Sistem Informasi Akutansi

Apa itu Sistem Informasi Akutansi ?

Sistem Informasi Akutansi adalah Komponen yang menyortir, mengolah, memberi analisa serta menghubungkan dengan informasi keuangan dan pengambil keputusan yang relevan serta tepat guna bagi Perusahaan.

Menurut saya, Akutansi bisa di sebut juga sebagai Sistem Informasi, berikut penjelasan singkatnya.

Sistem
Menurut Baridwan (2001:1) sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan. Sedangkan menurut Mulyadi (2001:5) sistem merupakan suatu organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Sedangkan menurut Widjajanto (2001:1) sistem adalah sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu melalui tiga tahap yaitu input, proses dan output. Sedangkan menurut Hall (2007:6) sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling berhubungan yang berfungsi dengan tujuan yang sama. Dari beberapa pendapat tersebut diatas, maka dapat diikhtisarkan bahwa pada dasarnya sistem terdiri dari tiga unsur, yaitu : masukan ( input), proses (procces) merupakan suatu aktivitas yang dapat mentransformasikan input menjadi output. Sedangkan output berarti yang menjadi tujuan, sasaran, atau target pengorganisasian suatu sistem.

 

Informasi
Informasi merupakan komoditas yang sangat penting bagi perusahaan, karena dengan adanya informasi akan membantu dalam operasi dan pengambilan keputusan sehari-hari. Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang istilah data dan informasi dalam hubungannya dengan proses penyediaan informasi, berikut ini diberikan pengertian untuk masing-masing istilah tersebut. Data dapat diartikan sebagai fakta atau jumlah yang merupakan masukan (input) bagi suatu sistem informasi. Biasanya data ini dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh manajemen. Menurut Bodnar dan Hopwood (2000:1) informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat.

 

Dengan adanya sistem yang baik diharapkan dapat menghasilkan suatu informasi yang berkualitas tinggi. Informasi yang baik tersebut mempunyai kriteria sebagai berikut, relevan, akurat, tepat waktu, ringkas, jelas, dapat diukur, dan konsisten. Untuk lebih jelasnya masing-masing kriteria akan dijelaskan sebagai berikut :
1. Relevan

Informasi yang relevan berkaitan dengan sejauh mana informasi tersebut dapat membuat perbedaan untuk Alternatif pengambilan keputusan.
2. Akurat

Keakuratan informasi berkaitan dengan ketepatan dan keandalan informasi tersebut sehingga informasi yang akurat, berarti bebas dari kesalahan dan tidak menyesatkan bagi pemakai informasi.
3. Tepat waktu (Real Time)

Ketepatan waktu sebuah informasi sangat penting, karna informasi tersebut harus tersedia pada saat dibutuhkan karma berhubungan dengan pengambilan keputusan atau kebijakan.
4. Ringkas

Keringkasan sebuah informasi berarti informasi tersebut sudah digolongkan dan disajikan dalam format yang tidak terlalu detail sehingga tidak membingungkan para pemakai informasi.

 

5. Jelas

Informasi yang jelas menunjukan tingkat kemampuan informasi tersebut sudah digolongkan dan disajikan dalam format yang tidak terlalu detail.

 

Jadi sesuai dengan pengertian diatas bahwa informasi merupakan keluaran (output) dari suatu proses pengolahan data. Informasi ini biasanya telah tersusun dengan baik dan mempunyai arti bagi penerimanya, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan oleh manajemen.

 

Menurut Soemarso (2004:3) menyatakan, akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut. Sedangkan menurut Warren dkk (2005:10) menjelaskan bahwa, secara umum akuntansi adalah sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai ekonomi dan kondisi perusahaan. Hal yang sama disampaikan Honggren dkk (2004:3) yang menyatakan bahwa akuntansi adalah suatu sistem yang mengukur aktivitas-aktivitas bisnis, memproses informasi tersebut kedalam bentuk laporan, dan mengkomunikasikannya kepada para pengambil keputusan.

Dari uraian singkat yang saya diberikan diatas dapat di jelaskan bahwa Sistem Informasi Akuntasi mengolah data. Data yang diolah sistem informasi akuntansi adalah data yang bersifat keuangan.

Sistem Informasi Akutansi dibedakan menjadi 2 menurut informasinya :

  1. Informasi Akuntansi Keuangan, berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
  2. Informasi Akuntansi Manajemen, berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

Komponen yang ada dalam Sistem Informasi Akutansi adalah Akuntan dan Spesialis Informasi.

 

Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem :

  1. Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses bisnis harian.
  2. Sistem buku besar / pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan Laba/Rugi, Arus Kas, Neraca, maupun Pajak.
  3. Sistem pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan, bertujuan memberikan segala informasi yang dibutuhkan sebagai pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kerja, serta laporan pertanggung jawaban.

Berbagai keuntungan dengan adanya Sistem Informasi Akutansi adalah :

  1. Menyediakan suatu informasi yang akurat serta tepat waktu, dan dapat melakukan aktivitas keuangan secara efektif dan efisien.
  2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya/cost dan jasa yang dihasilkan.
  3. Meningkatkan performa dan efisiensi dalam hal pekerjaan.
  4. Meningkatkan kemampuan dalam hal pekerjaan dan pengambilan keputusan.
  5. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan dapat disalurkan / dibagikan kepada orang lain.

Komponen yang ada dalam Sistem Informasi Akutansi adalah Akuntan dan Spesialis Informasi.

Sistem Informasi Akutansi memiliki karakteristik yang berbeda dengan CBIS lainnya diantaranya adalah :

  1. Sistem Informasi Akutansi melaksanakan tugas yang diperlukan
  2. Sistem Informasi Akutansi berpegang pada prosedur yang standar
  3. Sistem Informasi Akutansi menangani data yang terperinci
  4. Sistem Informasi Akutansi berfokus pada historis.

Sistem Informasi Akutansi terdiri dari 5 Komponen, yaitu :

  1. Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut dan melaksanakan berbagai fungsi.
  2. Prosedur-prosedur, baik manual maupun otomatisasi, yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data tentang aktivitas perusahaan.
  3. Data tentang proses-proses bisnis
  4. Software yang dipakai untuk memproses data
  5. Infrastruktur yang ada dan tersedia untuk mendukung agar sistem berjalan dengan semestinya

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s